hit tracker free

Burung Kacer, Si Hitam Putih Yang Ngerol Dengan Speed Rapat

Suara kencang. Ngerol panjang seperti tanpa jarak. Itulah karakteristik burung burung kacer jantan kacer atau kucica kampung ketika beradu kicau pada arena gantangan.

Orang yang melihat dan mendengarnya eksklusif kepincut. Ingin memilikinya. Sikapnya damai ketika dimuntahkan berdasarkan dalam mobil. Nangkring pada kandang, tidak banyak bertingkah.

”Kalau nggak ada lawannya, diem,” ucap Yudi Karjono, pemilik Raja Damai, kacer sumatera berusia 4 tahun.

Raja Damai baru merespons saat Andrian, keponakan Yudi, menyetel bunyi kacer di handphone.

Mula-mula Raja Damai bergerak ke kiri-kanan, seperti mencari berasal bunyi. Setelah itu, kepalanya mendongak ke atas. Dari paruhnya yang lancip dan hitam pekat, keluar suara nyaring & keras.

”Ini suaranya belum panas,” istilah Yudi waktu ditemui pada tepi Jalan Abdul Latif, Kenjeran, Rabu (23/9).

Kalau sudah panas, bunyi Raja Damai akan menyambung panjang. Yang sanggup membuat versus pada gantangan keder.

Raja Damai memang sudah sah diklaim menjadi raja kacer di daerah Jatim. Berbagai event telah dia menangkan. Bahkan, tidak jarang beliau mampu menyapu bersih di semua kelas. Tengok saja prestasi selama 2 tahun ini. Mulai Piala Bupati Sidoarjo, Piala Wali Kota Madiun, Piala Bupati Ngawi, sampai Piala Kapolda Jatim. Semuanya juara I.

Raja Damai, bagi Yudi, memang punya keistimewaan apabila dibandingkan menggunakan puluhan kacer lain miliknya. Khususnya soal kekuatan kicauan yg dari Yudi paling banter daripada kacer lain. Suara itu, kata Yudi, merupakan talenta alam yg dimiliki Raja Damai.

Berkecimpung di global perburungan semenjak 1995, Yudi paham tentang seluk-beluk karakter burung. Utamanya terkait menggunakan kacer. Jenis burung yang paling dia gemari. Dibandingkan burung kicau lain, burung bernama latin Copsychus saularis tersebut, berdasarkan Yudi, penuh misteri.

Salah satunya soal kemampuan burung kacer yg tidak selaras antara satu & yang lain. Kadang kacer satu unggul di variasi suara, tapi belum tentu punya kemampuan ocehan keras. Demikian pula sebaliknya. Semua itu bergantung dalam talenta karakter tiap-tiap burung.

Yudi termasuk yang kurang percaya menggunakan kiprah akbar pemilik atau instruktur burung menjadikan seekor kacer sebagai jago & jawara. Peran besarjustru ada pada burung itu sendiri. Hitungannya, burung 80 persen, sedangkan instruktur hanya 20 persen.

”Ada 1–2 burung sanggup jadi jago lantaran faktor pelatih, tapi itu sangat kecil,” ucap lelaki asal Madiun tadi.

Untuk itu, Yudi sangat menyarankan penghobi baru agar membeli burung menggunakan kualitas bagus.

Kualitas burung mampu ditinjau dari keturunan. Trah burung cantik sanggup menurun dari indukan. Selain itu, mampu dipandang berdasarkan fisik burung. Misalnya, paruh harus lancip panjang. Mata burung melotot (mendholo) atau bundarakbar. Kemudian, ketua simetris menggunakan paruhnya. ”Dan, terakhir tentu bunyi burung itu sendiri,” katanya.

Kacer yg dilatih buat ikut berbagai lomba burung berkicau memang wajibpunya kondisi generik. Yakni, punya variasi suara. Kemampuan itu wajibdilatih. Lewat kicauan burung lain. Istilah trennya masteran.

Yudi pula melakukan itu untuk melatih kacer-kacer koleksinya. Bahkan, buat masteran, Yudi mempunyai 15 jenis burung buat melatih si kacer supaya punya variasi lengkap saat berkicau. Untuk masteran, saran Yudi, cuma satu yg primer. Pilihlah masteran kualitas baik, jangan berasal.

Namanya master itu ya pengajar. Sebagai pengajar, burung masteran harus yang rupawan. ”Masak sampean mau diajar sama pengajar yang tidak pintar,” ujar Yudi, lantas tertawa. Lantaran itu, masteran harus sahih-sahih pilihan.

Untuk menerima masteran pilihan, lelaki kelahiran 12 Januari 1970 tadi memang harus merogoh kocek burung kacer betina lebih dalam. Misalnya, masteran dari sogok ontong. Burung segede jempol itu umumnya dijual kurang lebih Rp 100 ribu. Tapi, buat masteran, Yudi memilih membeli yang harga Rp 2 juta. Masteran lain seperti branjangan, beliau membeli seharga Rp 20 juta. Semua itu dilakukan supaya kacer mampu bersuara baik.

Selain masteran yg top, ada tip dari Yudi bila kacer nir mau berbunyi ketika ”dilatih” galat satu burung. Di antaranya, menggeser posisi kacer dengan oleh pengajar. Misalnya, waktu sogok ontong pada sisi kanan, kacer tidak bunyi, maka mampu dipindah ke kanan. Saat proses masteran, usahakan loka kacer menggunakan burung lain diganti-ganti agar kemampuannya lengkap.

Di luar itu, sebenarnya merupakan melihat dampak jenis bunyi burung. Sebaiknya penghobi paham dengan karakter bunyi. Jangan berasal master. Misalnya, kacer dilatih menggunakan burung bersuara ngebas, maka tidak cocok. Harus sama-sama sefrekuensi. Misalnya, burung lovebird, cucak jenggot, atau kolibri. ”Pokoknya, jangan asal pasangkan masteran,” ucapnya.

Saksikan video menarik berikut adalah: