hit tracker free

Analisis Perseteruan Bisnis Peternak Burung Murai

Kewirausahaan merupakan salahsatu pekerjaan yg burung murai betina burung-murai” target=”_blank”>burung murai jantan mudah sekali dijumpai pada negara kita. Mulai berdasarkan usaha mini-kecilan yang kemudian lambat laun berkembang menjadi sebuah usaha yg berkembang pesat. Ada berbagai macam usaha yang pada geluti sang masyarakat di Indonesia. Seperti contohnya, usaha di bidang kuliner, usaha di bidang fashion, bisnis pada bidang kerajinan, usaha perkebunan, usaha perikanan, usaha peternakan, dan masih banyak lagi. Di Indonesia gampang sekali dijumpai bisnis pada bidang peternakan, salahsatunya yaitu peternak burung, mulai menurut skala kecil sebagai bisnis sampingan sampai skala besar .

Seperti pada gambar pada atas, bahwa aku telah melakukan suatu riset pada galat satu tempat peternak burung, tepatnya di daerah Kabupaten Kediri, Kecamatan Pare, Kelurahan Tertek, yg mana masih ada sebuah bisnis rintisan yg didirikan sang seorang laki-lakiberusia 48 tahun bernama Bapak Sugeng Purnomo atau yg akrab pada sapa Pak Sugeng. Usaha peternakan burung ini sudah didirikan sang Pak Sugeng sekitar 4 tahun yg lalu tepatnya pada tahun 2017.

Awal mula bisnis peternakan burung Murai Pak Sugeng ini yaitu menurut sebuah hobi yg lalu dikembangkan sampai sebagai sebuah peternakan yang jua bermanfaat buat melestarikan populasi burung & bermanfaat pada kehidupan sehari-hari yaitu menambah finansial dari keuntungan penjualan yg didapatkan.

Tak hanya itu, banyak pula konflik-konflik yg dihadapi sang Pak Sugeng saat membentuk bisnis ini, baik dari faktor internal juga faktor eksternal. Seperti contohnya menurut faktor internal, yaitu perjodohan antar burung yang sangat sulit dan pola makan burung yang susah di atur. Sedangkan menurut faktor eksternal, yaitu adanya gangguan-gangguan menurut binatang-hewan lain, misalnya semut, kucing, kecoak, & hewan-hewan lainnya yg dapat mengganggu pada proses produksi burung.

Karena peternak burung adalah keliru satu usaha pada bidang produksi, maka poly hal yg harus di perhatikan agar tidak mengalami beberapa kerugian. Adapun cara-cara yang dilakukan Pak Sugeng buat menghindari kerugian tersebut yaitu menggunakan melakukan penyemprotan secara berkala, menutup sangkar secara rapat, mengetahui karakter burung terlebih dahulu sebelum pada kawinkan, dan mengatur pola makan supaya burung dapat berproduksi dengan baik sehingga dapat melakukan perkawinan dan bisa pada buahi menggunakan sempurna buat membuat telur-telur yang berkualitas yang siap buat pada kembangbiakkan kembali atau pada pasarkan.

Adapun jenis-jenis burung yg ada pada bisnis peternakan Pak Sugeng yaitu menjadi berikut :Burung Murai Batu Medan, yaitu burung yg mempunyai suara kicauan yang sangat merdu, sehingga hal itulah yang mensugesti harga jual & harga beli burung Murai Batu Medan tersebut. Pada umumnya, burung Murai Batu Medan memiliki rona hitam legam dan mengkilap. Di bagian kakinya mempunyai warna merah gelap. Sedangkan pada bagian sisik & lekukan burung Murai Batu Medan yang sudah dewasa memiliki rona misalnya belimbing. Burung ini pula memiliki tubuh yg lebih akbar dibanding jenis burung Murai Batu lainnya.Burung Murai Batu Nias, yaitu burung yg memiliki karakteristik khas pada bagian ekornya yang berwarna hitam polos pekat yg gampang sekali dibedakan dengan burung Murai Batu lainnya. Burung Murai Batu Nias memiliki suara kicauan yang tidak kalah dengan burung murai Batu Medan sehingga suara kicauan burung Murai Batu Nias inilah mudah di masterkan menggunakan bunyi kicau burung-burung lainnya.Burung Murai Batu Jawa, yaitu burung yang dari berdasarkan tanah Jawa tepatnya di daerah Jawa Timur. Karena burung Murai Batu Jawa ini asal berdasarkan tanah Jawa, maka kebanyakan orang menyebut burung ini dengan sebutan burung Murai Larwo. Burung Murai Larwo termasuk dalam bunyi burung dengan kicauan yang latif & pintar karena bisa menirukan bunyi dari burung-burung yg lain.

Itulah ketiga jenis burung beserta penerangan yang telah diproduksi dalam bisnis peternakan burung milik Pak Sugeng. Tetapi, eksistensi ketiga burung tadi waktu ini dapat dikatakan mengalami kelangkaan karena adanya penebangan pohon atau penebangan hutan yg banyak terjadi pada Indonesia. 

Hal itulah yang menjadi galat satu alasan Pak Sugeng buat melestarikan burung Murai Batu Medan, burung Murai Batu Nias, & burung Murai batu Jawa agar nir punah dengan menciptakan sebuah bisnis peternakan burung kecil-kecilan. Saat ini Pak Sugeng memiliki lebih kurang lima induk burung Murai Batu Medan, 5 induk burung Murai Baru Nias, & 8 induk burung Murai Batu Jawa atau Larwo, dengan total holistik mempunyai 18 induk burung Murai.  

Usaha peternakan burung inilah yg menjadikan Pak Sugeng lebih di kenal pada kalangan masyarakat, sebagai akibatnya Pak Sugeng bisa menggunakan gampang mempromosikan burung-burung yg siap pada pasarkan. Cara Pak Sugeng mempromosikan usaha peternakan burungnya nir hanya melalui ear to ear saja, namun juga melalui sosial media yang ada, seperti whatsapp, instagram di akun @sugeng.purnomo.watulaga, facebook di akun Sugeng Purnomo, & media umum lainnya. 

Di bawah ini adalah beberapa dokumentasi aku saat melakukan riset pada peternakan burung milik Pak Sugeng.     

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjaditanggung jawab komentatorseperti diatur pada UU ITE

Belum terdapat komentar. Jadilah yg pertama buat memberikan komentar!VIDEO PILIHAN